PRASETIYO, HERI (2025) PERLINDUNGAN HUKUM DISPENSASI PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DESA JRAKAH KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
211003742018460-SKRIPSI.pdf
Download (307kB)
Abstract
Perkawinan di bawah umur merupakan fenomena yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan telah menetapkan batas minimal usia perkawinan menjadi 19 tahun bagi pria dan wanita, praktik dispensasi perkawinan masih banyak terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perlindungan hukum terhadap perkawinan di bawah umur serta faktor-faktor yang memengaruhi tingginya angka dispensasi perkawinan di Desa Jrakah. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis empiris, data dikumpulkan melalui wawancara dengan pasangan yang menikah di bawah umur, orang tua, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan perkawinan di bawah umur adalah dorongan orang tua, kondisi ekonomi, tekanan sosial, dan kehamilan di luar nikah. Dispensasi perkawinan yang seharusnya bersifat pengecualian justru menjadi jalan keluar yang sering digunakan masyarakat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret seperti peningkatan sosialisasi mengenai dampak perkawinan dini serta pengawasan lebih ketat terhadap pengajuan dispensasi perkawinan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan di bawah umur, Dispensasi perkawinan, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, Perlindungan hukum, Faktor sosial |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 14 Jun 2025 02:56 |
| Last Modified: | 14 Jun 2025 02:56 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/1960 |
