KAJIAN HUKUM PENANGANAN PERKARA, SAKSI DAN KESAKSIAN UNTUK MEMBUAT TERANG PERKARA DI PERADILAN AGAMA

RISTANTO, SENDY DWI (2025) KAJIAN HUKUM PENANGANAN PERKARA, SAKSI DAN KESAKSIAN UNTUK MEMBUAT TERANG PERKARA DI PERADILAN AGAMA. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

[thumbnail of 211003742018732-SKRIPSI.pdf] Text
211003742018732-SKRIPSI.pdf

Download (586kB)

Abstract

Saksi dalam perkara perdata di Pengadilan Agama memegang peranan penting dalam menjadikan terangnya suatu peristiwa yang sedang diadili. Kesaksian juga dapat menjadi alat bukti. Tujuan Penelitian ini: (1) menjelaskan tentang Penanganan Perkara di Pengadilan Agama, khususnya di Pengadilan AgamaSemarang; (2) membuat diskripsi ditinjau dari sudut pandang ilmu hukum tentang : pengertian saksi, syarat-syarat menjadi saksi, dan bagaimana seorang seharusnya berperilaku sebagai saksi untuk perkara perdata yang diadili di peradilan agama, berdasarkan peraturan perundang-undangan atau hukum yang berlaku di Republik Indonesia, dan hasil pengamatan di Pengadilan Agama Semarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menjelaskan sebagai berikut : Penanganan perkara yang diajukan di Peradilan Agama diselenggarakan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang diberlakukan di Pengadilan Agama. Saksi adalah orang yang memberikan keterangan dimuka sidang. Menurut Hukum Fiqh Islam, persaksian dibedakan menjadi 2 yaitu : (1) Persaksian atas dasar yakin, dan (2) Persaksian atas dasar dhan atau istifadhah. Dhan atau istifadhah adalah persaksian terhadap beberapa peristiwa tertentu yang hanya dengan mendengar saja. Kesaksian dalam hukum acara perdata Islam dikenal dengan sebutan as syahadah. Keterangan saksi yang tidak didasarkan atas sumber pengetahuan yang jelas pada pengalaman, pendengaran dan penglihatan sendiri oleh saksi tentang suatu peristiwa, dianggap tidak memenuhi syarat materiil untuk menjadi alat bukti saksi. Agar kesaksian dari saksi-saksi yang diajukan oleh para pihak dapat dijadikan sebagai alat bukti, maka saksi-saksi yang diajukan harus memenuhi syarat-syarat formil dan materia

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum
Depositing User: Fakultas Hukum
Date Deposited: 16 Jun 2025 06:28
Last Modified: 16 Jun 2025 06:28
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2018

Actions (login required)

View Item
View Item