Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Paket 1 Seksi 6 Jembatan Sungai Durangsang

Tamtama, Antasena Satria (2025) Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Paket 1 Seksi 6 Jembatan Sungai Durangsang. Working Paper. Fakultas Teknik Untag Semarang, Semarang. (Unpublished)

[thumbnail of repositori antasena satria tamtama - 1443-antasena satria tamtama -TS A.pdf] Text
repositori antasena satria tamtama - 1443-antasena satria tamtama -TS A.pdf

Download (3MB)

Abstract

Selama proses magang pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta Bawen Seksi 6 dengan tinjauan khusus Jembatan struktur bawah bisa disimpulkan sebagai berikut:
1. Bore Pile memiliki kedalaman 24 m dan berdiameter 800 mm, kendala dalam pekerjaan bore pile adalah saat pengeboran yang bertemu dengan batuan besar yang menghambat jalannya waktu.
2. Pile cap berperan sebagai penopang beban diatasnya, pada pekerjaan pile cap sering kali terkendala dikarenakan air hujan yang menggenang. Solusi yang dikeluarkan pada masalah tersebut adalah dibuatriya saluran tepi keliling galian sedalam 30 cm dengan kemiringan 1 titik agar air bisa keluar dengan pompa submersible.
3. Abutment memiliki 3 tahap pekerjaan yaitu breast wall, wing wall, dan back wall, masing-masing pekerjaan memiliki tahapan yang sama seperti pembesian, pemasangan angkur, pemasangan bekisting, pengecoran dan perawatan beton
4.5. Saran
Dalam pelaksanaan Magang pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta
Bawen Seksi 6, penulis memberikan saran yang sekiranya bermanfaat sebagai berikut:
1. Melakukan pembersihan secara rutin pada jalanan umum yang terkena dampak adanya proses bongkar muat tanah dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Seksi 6, agar masyarakat sekitar ataupun pengguna jalan lain tidak terkena dampak dari debu ataupun tanah yang berceceran dijalan. Tanah dan debu yang berterbangan dijalan dapat menganggu aktivitas masyarakat ataupun penggunan jalan umum dan dapat juga berakibat fatal hingga terjadinya kecelakaan.
2. Melakukan sosialisasi ataupun pengarahan terhadap pengemudi truk tanah yang sering ugal ugalan dalam mengemudi. Sering ditemukan di lapangan pengemudi tersebut tidak mematuhi peraturan lalu lintas dan mengemudi dengan kecepatan tinggi. Apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan, hal tersebut juga berdampak kepada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Seksi 6, yang bisa saja menghambat proses pekerjaan konstruksi.
3. Pengendalian K3L harus ditingkatkan agar mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan lingkungan kerja lebih terjamin dikarenakan juga mulai pekerjaan struktur atas atau bekerja dalam ketinggian yang lebih beresiko terhadap kecelakaan kerja.
4. Pada mahasiswa ataupun anak magang lainnya, sebelum melakukan tinjauan ke lapangan lebih baik mempelajari terlebih dahulu data, dasar teori, ataupun gambar kerja agar mengetahui bagaimana kondisi di lapangan agar tidak menyebabkan kebingungan ketika sudah berada di tinjauan lapangan.
5. Ketika melakukan tinjuan pekerjaan di lapangan, mahasiswa ataupun anak magang harus lebih aktif bertanya terkait pelaksanaan prosedur atau metode pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Uncontrolled Keywords: jalan tol, jembatan, struktur bawah
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
T Technology > TG Bridge engineering
Divisions: Fakultas Teknik > 22201 - S1 Teknik Sipil
Depositing User: Fakultas Teknik
Date Deposited: 09 Jul 2025 03:04
Last Modified: 09 Jul 2025 03:04
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2180

Actions (login required)

View Item
View Item