Revian, Timothy (2025) PENGARUH SUBTITUSI LIMBAH ABU SEKAM PADI TERHADAP KARAKTERISTIK BATU BATA INTERLOCK MEMANFAATKAN SEDIMEN SUNGAI BABON. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
REPOSITORI_LAPORAN TA TIMOTHY REVIAN 211003222011404 - timothy revian.pdf
Download (818kB)
timothy revian-lembar konsultasi.pdf
Download (244kB)
Abstract
ABSTRAKSI
Kebutuhan material bangunan, khususnya bata, meningkat seiring pertumbuhan pembangunan di Indonesia. Seiring perkembangan pembangunan dikembangkan inovasi bata interlock menjadi solusi karena keunggulannya yang efisien dan ramah lingkungan. Karena perkembangan daerah perkotaan yang semakin pesat berdampak pada kebutuhan akan sumber material dalam hal ini bata. Pemanfaatan sedimen sungai merupakan solusi dalam mengatasi bahan baku tanah diperkotaan yang semakin sedikit. Dalam penelitian ini
tidak hanya memanfatkan sedimen Sungai Babon tetapi juga memanfatkan limbah abu sekam padi hasil pembakaran batu bata. Abu sekam padi memiliki kandungan silika yang tinggi dengan sifat sebagai pengikat jika dicampur dan mempermudah proses pembakaran. Abu sekam padi yang digunakan sebagai material subtitusi campuran bata dengan varian 0%, 7,5%, 15%, dan 22,5% dari berat tanah sedimen. Benda uji merupakan bata interlock
dengan ukuran panjang 30cm, lebar 15cm, dan tinggi 5cm dengan memiliki 2 buah lubang masing – masing berdiameter 5cm. Dalam pengeringan benda uji dilakukan beberapa metode pengeringan dengan perbedan suhu pengeringan yaitu kering ruangan, oven, dan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi abu sekam padi dan perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik bata. Pengujian karakteristik bata
terhadap sifat fisik semakin banyak komposisi abu sekam padi membuat nilai kerataan, kesikuan, kekuatan, dan ketidak rapuhan akan semakin berkurang dan juga akibat perbedaan suhu pengeringan yang berbeda menyebabkan penyusutan dan perbedaan
warna. Dalam sifat mekanis semua benda uji memenuhi standar 15-2094-2000 dan SNI 3- 0349-1989 dalam pengujian pnyerapan air. Namun tidak memenuhi nilai kuat tekan standar SNI 3-0349-1989 dan SII-0021-78 dengan nilai kuat tekan rata-rata terbesar pada variasi 0% pengeringan kering ruangan dengan nilai 15,91 kg/cm2 dengan semakin bertambah presentase abu sekam padi nilai kuat tekan akan semakin berkurang.
Kata kunci : Sedimen, Bata Interlock, Abu Sekam Padi, Pengeringan Bata, Karakteristik Bata
===============================================================
ABSTRACT
The demand for building materials, particularly bricks, continues to rise in line with construction growth in Indonesia. As development progresses, interlocking bricks have
been introduced as an innovative solution due to their efficiency and environmentally friendly properties. Rapid urban expansion has increased the demand for material sources, including bricks. Utilizing river sediment offers a solution to the limited availability of soil in urban areas. This study not only utilizes sediment from the Babon River but also incorporates rice husk ash waste, a byproduct of the brick firing process. Rice husk ash contains a high level of silica, has binding properties when mixed, and facilitates the firing
process.Rice husk ash is used as a substitute material in brick mixtures at varying percentages: 0%, 7.5%, 15%, and 22% of the sediment soil's weight. The test specimens are interlocking bricks measuring 30 cm in length, 15 cm in width, and 5 cm in height, with two holes each 5 cm in diameter. Several drying methods are applied to the specimens, involving different drying temperatures: air-drying, oven-drying, and firing. This study aims to determine the effect of rice husk ash substitution and drying methods on brick characteristics. Testing of physical characteristics shows that increased rice husk ash content tends to reduce flatness, squareness, strength, and resistance to brittleness. Different drying temperatures also lead to variations in shrinkage and color. In terms of mechanical properties, all specimens meet the standards of SNI 15-2094-2000 and SNI 03-0349-1989 for water absorption. However, they do not meet the compressive strength
standards of SNI 03-0349-1989 and SII-0021-78. The highest average compressive strength is found in the 0% variation with air-drying at 15.91 kg/cm2. As the percentage of rice husk ash increases, compressive strength tends to decrease.
Keywords : Sediment, Interlocking Brick, Rice Husk Ash, Brick Drying, Brick Characteristics
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sedimen, Bata Interlock, Abu Sekam Padi, Pengeringan Bata, Karakteristik Bata |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > 22201 - S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | Fakultas Teknik |
| Date Deposited: | 03 Sep 2025 02:17 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 06:57 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2296 |
