PENGARUH LIMBAH BATU BATA PENGGARON KIDUL SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS BETON RAMAH LINGKUNGAN MUTU TINGGI

Nuryanto, Wahyu (2025) PENGARUH LIMBAH BATU BATA PENGGARON KIDUL SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS BETON RAMAH LINGKUNGAN MUTU TINGGI. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

[thumbnail of 211003222011391 - TA - 1391_B_Wahyu Nuryanto.pdf] Text
211003222011391 - TA - 1391_B_Wahyu Nuryanto.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of wahyu nuryanto - lembar konsultasi.pdf] Text
wahyu nuryanto - lembar konsultasi.pdf

Download (457kB)

Abstract

Kebutuhan untuk pembuatan inovasi beton ramah lingkungan menggunakan limbah batu bata sebagai alternatif subtitusi agregat halus pada peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah batu bata merah Penggaron Kidul sebagai subtitusi agregat halus beton ramah lingkungan mutu tinggi. Dalam penelitian ini menargetkan beton mutu tinggi yaitu beton dengan kuat tekan 40 MPa, dengan variasi umur pengujian di 7 dan 28 hari. Pembuatan benda uji masing – masing berjumlah 24 benda uji, 12 benda uji untuk pengujian umur 7 hari dan 12 benda uji untuk umur 28 hari. Variasi subtitusi agregat halus dengan limbah batu bata dalam peneltian ini sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Dalam peneltian ini akan dilakukan beberapa pengujian meliputi uji kuat tekan, analisa pola retak, dan analisa biaya pembuatan benda uji per m3. Pengujian kuat tekan umur 7 hari dengan variasi subtitusi limbah batu bata 0% menghasilkan kuat tekan sebesar 22,64 MPa, variasi subtitusi 5% menghasilkan 25,65 MPa, variasi subtitusi 10% menghasilkan
23,01 MPa, dan variasi subtitusi 15% menghasilkan 15,47 MPa. Sedangkan untuk pengujian kuat tekan umur 28 hari dengan variasi subtitusi limbah batu bata 0% menghasilkan kuat tekan sebesar 40,74 MPa, variasi subtitusi 5% menghasilkan 41,12
MPa, variasi subtitusi 10% menghasilkan 27,16 MPa, dan variasi subtitusi 15% menghasilkan 16,13 MPa. Nilai kuat tekan beton optimum didapatkan pada umur 28 hari dengan variasi subtitusi limbah batu bata 5% dengan nilai sebesar 41,12 MPa. Benda uji
setelah di uji kuat tekan akan dilakukan analisa pola retak, dalam peneltian ini benda uji rata – rata mengalami pola retak columnar artinya beban pada benda uji saat dilakukan
pengujian kuat tekan beban tidak terdistribusi secara merata. Pada penelitian ini juga melakukan analisa biaya pembuatan beton untuk 1 m3. Untuk variasi subtitusi 0% didapatkan biaya sebesar Rp. 1.632.029,- ; untuk variasi subtitusi 5% didapatkan biaya sebesar Rp. 1.626.447,- ; ; untuk variasi subtitusi 10% didapatkan biaya sebesar Rp. 1.620.867,- ; dan ; untuk variasi subtitusi 15% didapatkan biaya sebesar Rp. 1.615.284,-.
Dalam penelitian ini mengalami penuruan harga dengan seiring bertambahnya kadar limbah batu bata yang digunakan. Penggunaan limbah batu bata sebagai subtitusi agregat halus dalam peneltian ini paling efektif dan efisien adalah di subitusi 5% karena mendapatkan mutu tekan tinggi dan harga pembuatan beton yang cukup terjangkau.

Kata kunci: Limbah Batu Bata, Kuat Tekan Beton

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Limbah Batu Bata, Kuat Tekan Beton
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > 22201 - S1 Teknik Sipil
Depositing User: Fakultas Teknik
Date Deposited: 03 Sep 2025 02:42
Last Modified: 09 Jan 2026 04:00
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2302

Actions (login required)

View Item
View Item