KAJIAN YURIDIS PENGURUSAN DAN PEMBERESAN HARTA PAILIT KEPADA KREDITUR PREFEREN,SEPARATIS DAN KONKUREN OLEH KURATOR

PRADANA, DENNY (2025) KAJIAN YURIDIS PENGURUSAN DAN PEMBERESAN HARTA PAILIT KEPADA KREDITUR PREFEREN,SEPARATIS DAN KONKUREN OLEH KURATOR. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

[thumbnail of 221003742019448_SKRIPSI.pdf] Text
221003742019448_SKRIPSI.pdf

Download (235kB)

Abstract

Pembagian dan pemberesan harta pailit merupakan inti dari proses kepailitan yang bertujuan untuk memenuhi hak-hak para kreditur secara adil sesuai ketentuan hukum. Kurator sebagai pihak yang ditunjuk oleh pengadilan memegang peran sentral dalam mengelola, menginventarisasi, dan menjual harta pailit guna membagikan hasilnya kepada kreditur sesuai dengan kedudukan hukumnya. Kreditur dalam kepailitan terbagi menjadi tiga golongan, yaitu kreditur separatis, kreditur preferen, dan kreditur konkuren, yang masing-masing memiliki hak istimewa berdasarkan undang-undang. Melalui penelitian ini, dibahas bagaimana mekanisme pembagian harta pailit dilakukan oleh kurator, termasuk prinsip-prinsip keadilan, kepastian hukum, serta hambatan yang dihadapi dalam praktik, seperti keterbatasan aset debitur dan konflik kepentingan antar kreditur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kurator tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung tanggung jawab hukum yang besar dalam memastikan proses pemberesan harta pailit berjalan transparan, efektif, dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Dengan demikian, kurator berfungsi sebagai penyeimbang antara kepentingan kreditur dengan prinsip keadilan dalam hukum kepailitan Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum
Depositing User: Fakultas Hukum
Date Deposited: 31 Oct 2025 04:44
Last Modified: 31 Oct 2025 04:44
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2478

Actions (login required)

View Item
View Item