PUTRA, ADITYA PERMANA (2025) ANALISIS KEWENANGAN DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN PELAYANAN PUBLIK (Studi Kasus di Desa Rowo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen). Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
231003742010403_ SKRIPSI.pdf
Download (380kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kewenangan desa dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan kewenangan lokal pada desa untuk mengatur dan mengelola kepentingan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Rowo telah memanfaatkan kewenangannya secara optimal dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur seperti jalan usaha tani dan saluran irigasi, serta pelayanan publik dalam bentuk bantuan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Meskipun demikian, implementasi kewenangan desa ini masih dihadapkan pada berbagai hambatan. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih, rendahnya partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa, serta pengawasan yang belum optimal dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. Keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan besar, mengingat dana desa sering kali tidak mencukupi untuk membiayai semua proyek yang direncanakan. Menjawab rumusan masalah pertama, yaitu bagaimana implementasi kewenangan desa dalam pelayanan publik, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kewenangan ini telah diwujudkan dalam berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan seperti pemberian bantuan sosial dan peningkatan akses layanan dasar menjadi bukti konkret implementasi kewenangan tersebut, meskipun masih terdapat tantangan dalam peningkatan kualitas pelayanan, pemerataan akses, dan kapasitas aparatur desa. Terkait rumusan masalah kedua, yakni hambatan dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, ditemukan beberapa kendala utama yang menghambat efektivitas pelaksanaan kewenangan desa. Contoh hambatan tersebut antara lain terbatasnya sumber daya manusia yang belum sepenuhnya memiliki kemampuan teknis, minimnya partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa, serta lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan. Selain itu, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama karena dana desa yang tersedia tidak mampu menutupi seluruh kebutuhan pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah desa. Hambatan-hambatan ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas perangkat desa, penguatan mekanisme pengawasan, serta strategi pelibatan masyarakat agar pelaksanaan kewenangan desa dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kewenangan, Desa, Infrastruktur, Pelayanan Publik. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 04 Nov 2025 07:47 |
| Last Modified: | 04 Nov 2025 07:57 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2521 |
