Pepayosa Br. Barus, Bella Charina (2023) HAK WARIS ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN YANG DILAKUKAN SECARA ADAT KARO YANG TIDAK DICATAT. Masters thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Bella Charina Pepayosa BR. Barus 2023.pdf
Download (3MB)
Abstract
Perkawinan yang hanya dilakukan secara adat Batak Karo namun tidak dicatat masih ada dilakukan di Desa Kandibata Kabupaten Karo. Hal ini bertentangan dengan Undang – Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Perumusan masalah : (1) faktor apakah yang menyebabkan perkawinan secara adat Batak Karo yang tidak dicatat masih dilakukan di Desa Kandibata Kabupaten Karo, (2) akibat hukum terhadap perkawinan secara adat Batak Karo yang tidak dicatat masih dilakukan di Desa Kandibata Kabupaten Karo dan (3) hak mewarisi seorang anak yang lahir dari perkawinan yang dilakukan secara adat Batak Karo tidak dicatat di Desa Kandibata Kabupaten Karo menurut Undang – Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Metode Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif analitis yaitu analisis data dari lingkup permasalahan dan didasarkan teori atau konsep yang bersifat umum serta jenis penelitian ini merupakan yuridis empiris dimana melihat suatu kenyataan hukum dalam masyarakat.
Hasil penelitian : (1) Faktor yang menjadi penyebab masih dilakukan perkawinan secara adat Batak Karo yang tidak dicatat yaitu faktor pendidikan , faktor cinta , faktor ekonomi, faktor hamil diluar nikah, faktor tidak disetuji orang tua salah satu dari kedua belah pihak . (2) Dalam perkawinan yang dilakukan secara adat Batak Karo dan tidak dicatat dengan akibat hukum dalam staus sebagai isteri dan anak tidak terpenuhi serta status harta benda dalam perkawinan tersebut menjadi persoalan dalam ketentuan Pasal 2 Undang – Undang No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Serta tidak memiliki kekuatan hukum yang tetap dan dianggap tidak sah di mata hukum Negara (3) Untuk mendapat perlindungan hukum khusunya terhadap hak waris seorang anak luar kawin, bapak atau ibunya dan atau kuasanya harus melakukan pengakuan anak luar kawin akan menjadi anak sah dan dilakukan terhadap pencatatan sipil untuk mendapakan bukti otentik. Sehingga untuk mendapatkan warisan terhadap ayahnya , maka harus mengajukan permohonan pengesahan status anak di Pengadilan untuk mendapat surat keterangan ahli waris.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan Secara Adat Batak Karo, Tidak Dicatat, Undang – Undang Perkawinan. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74102 - S2 Kenotariatan |
| Depositing User: | Fakultas Hukum S2 |
| Date Deposited: | 13 Nov 2025 05:45 |
| Last Modified: | 13 Nov 2025 05:45 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2560 |
