Pekerjaan PC-I Girder di Proyek Pembangunan Jalan Tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) Paket 1 Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur

Saputro, Anas Prabowo (2026) Pekerjaan PC-I Girder di Proyek Pembangunan Jalan Tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) Paket 1 Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Working Paper. Fakultas Teknik Untag Semarang, Semarang. (Unpublished)

[thumbnail of 221003222011678_Anas Prabowo_Laporan KP - 1678_D_Anas Prabowo S.pdf] Text
221003222011678_Anas Prabowo_Laporan KP - 1678_D_Anas Prabowo S.pdf

Download (1MB)

Abstract

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan laporan yang kami buat, kesimpulan yang dapat diambil dari yang kami amati yaitu:

a. Pengendalian waktu proyek dilakukan secara ketat menggunakan Kurva S sebagai acuan progres. Selain itu, Network Planning dengan Microsoft Project digunakan untuk menyusun Work Breakdown Structure (WBS) dan mengidentifikasi jalur kritis.

b. Pekerjaan yang teridentifikasi masuk dalam jalur kritis (Critical Path) proyek yang berarti tidak boleh terlambat-meliputi pembebasan lahan, pekerjaan jembatan utama, serta pekerjaan soil replacement dan penimbunan tanah.

c. Proyek ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan dan manajemen data. Dua metode utama yang digunakan adalah Google Earth (untuk pemetaan kontur, pencatatan station, dan akses proyek) dan Fotogrametri (menggunakan drone).

d. Metode fotogrametri (drone) secara spesifik digunakan untuk menghasilkan gambar 3D dan foto progres bulanan. Ini sangat penting untuk memonitor perkembangan fisik, membandingkannya dengan Kurva S, dan melakukan evaluasi pekerjaan.

e. Studi individu ini berfokus pada dua metode konstruksi jembatan yang krusial, yaitu Metode Stressing Girder dan Metode Erection Girder untuk balok beton prategang (PC I-Girder).

f. Metode Stressing Girder yaitu Proses stressing menggunakan sistem Post- tensioning (penarikan setelah beton dicor). Tahapannya meliputi persiapan stressing bed (tumpuan balok), instalasi strand (kabel baja) ke dalam duct (selongsong), proses penarikan (jacking) menggunakan Jack Hydraulic sesuai urutan yang ditentukan, Patching (penutupan angkur), dan diakhiri dengan Grouting (pengisian rongga duct dengan semen) untuk melindungi strand dari korosi.

g. dan Metode Erection Girder yaitu Proses erection (pemasangan) girder adalah pemindahan balok dari stockyard ke atas pilar (pier) atau abutmen. Metodenya melibatkan persiapan area kerja (termasuk pengecekan kepadatan tanah), mobilisasi girder menggunakan Multi Axle & Boogie Truck, dan proses pengangkatan (lifting) yang presisi menggunakan dua Crawler Crane secara bersamaan.

h. Seluruh proses teknis, baik stressing maupun erection, diawasi ketat oleh tim Quality Control dan Surveyor. QC memastikan kepadatan tanah untuk alat berat, surveyor memastikan ketepatan titik pemasangan girder, dan dicatat pula lendutan maksimum pasca-stressing agar sesuai spesifikasi
teknis.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Uncontrolled Keywords: Struktur beton, jalan tol, girder
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Fakultas Teknik > 22201 - S1 Teknik Sipil
Depositing User: Fakultas Teknik
Date Deposited: 26 Jan 2026 02:57
Last Modified: 26 Jan 2026 02:57
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2840

Actions (login required)

View Item
View Item