GUSWANTORO, DWI (2026) PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT Studi Kasus PT BPR BKK KEBUMEN (Perseroda). Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
221003742019105_SKRIPSI.pdf
Download (723kB)
Abstract
Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum, hal tersebut berarti negara dalam melakukan tugasnya haruslah berdasarkan pada hukum, dan setiap tindakan negara harus dapat dipertanggung jawabkan secara hukum tak terkecuali hukum perdata. Berdasarkan hal tersebut maka hukum menjunjung tinggi nilai - nilai hak asasi manusia. Atas dasar uraian tersebut diatas, penulis mengambil judul " Penyelesaian Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit (Studi Kasus PT BPR BKK KEBUMEN/Perseroda)”. Agar tidak terjadi kekaburan dan kesalahan pengertian terhadap penulisan skripsi, maka dengan ini penulis membatasi mengenai bahasan yang menyangkut tentang wanprestasi dalam perjanjian kredit di BPR BKK kabupaten Kebumen Dalam skripsi ini penulis merumuskan dua permasalahan yaitu: Jenis kredit apa yang berpotensi mengalami macet paling tinggi di PT BPR BKK Kebumen (Perseroda)? dan faktor-faktor apa yangdapat menyebabkan terjadinya wanprestasi di PT BPR BKK Kebumen (Perseroda)? Bank berperan sebagai financial intermediary yang menghimpun dan menyalurkan dana dalam bentuk kredit. Dalam praktiknya, wanprestasi debitur menimbulkan kerugian bagi bank dan berpotensi mengganggu stabilitas operasional serta kesehatan bank. Penelitian ini menjawab dua permasalahan: jenis kredit dengan potensi macet tertinggi di PT BPR BKK Kebumen (Perseroda), serta faktor penyebab wanprestasi dalam perjanjian kredit. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hukum normatif melalui kajian sekunder, dan dokumentasi untuk memahami mekanisme pemberian kredit, penyebab wanprestasi, dan praktik penyelesaian sengketa kredit. Hasil penelitian menunjukkan penyelesaian wanprestasi dilakukan melalui lima langkah: pembinaan dan pendekatan persuasif, rescheduling, reconditioning, restructuring, serta penyitaan dan pelelangan jaminan sebagai langkah terakhir. Kredit dengan potensi macet tertinggi adalah kredit konsumer karena bersifat konsumtif, tidak menghasilkan arus pendapatan, dan lebih rentan terhadap penurunan kemampuan bayar debitur. Simpulan penelitian: (1) pemberian kredit dilakukan melalui tahapan pengajuan, kelengkapan berkas, analisis kelayakan, survei, dan perjanjian kredit; (2) penyelesaian wanprestasi bertahap hingga eksekusi jaminan; dan (3) kredit konsumer memiliki risiko macet tertinggi karena tidak produktif. Diperlukan penguatan analisis kredit dan strategi mitigasi risiko untuk meminimalkan wanprestasi di masa mendatang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bank, Perjanjian Kredit, Wanprestasi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 21 May 2026 03:27 |
| Last Modified: | 21 May 2026 03:27 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2971 |
