PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KEJAKSAAN NEGERI REMBANG

Anindyka, Rosa Aritika (2026) PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KEJAKSAAN NEGERI REMBANG. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

[thumbnail of 221003742019258_SKRIPSI.pdf] Text
221003742019258_SKRIPSI.pdf

Download (714kB)

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan tindak pidana dengan karakteristik unik karena berlangsung dalam relasi domestik yang sarat ketimpangan kuasa serta ketergantungan sosial-ekonomi antara pelaku dan korban. Penyelesaian perkara KDRT sering kali menghadapi dilema antara kepastian hukum dan keadilan substantif yang lebih manusiawi. Keadilan restoratif (restorative justice) muncul sebagai pendekatan alternatif yang diakomodasi secara normatif melalui Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana KDRT di Kejaksaan Negeri Rembang, serta mengkaji hambatan dan upaya yang dilakukan dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif-sosiologis dengan data primer dari wawancara semi-terstruktur terhadap aparat Kejaksaan Negeri Rembang dan data sekunder dari peraturan perundang-undangan serta literatur terkait, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice di Kejaksaan Negeri Rembang telah mengikuti kerangka normatif yang berlaku, melalui mekanisme seleksi perkara, ekspose, asesmen kelayakan, mediasi, dan kesepakatan perdamaian. Namun, proses tersebut masih bersifat prosedural dan berorientasi penyelesaian perkara, belum sepenuhnya berfokus pada pemulihan korban secara substantif karena keterbatasan asesmen risiko kekerasan berulang, monitoring pasca-kesepakatan, serta penanganan relasi kuasa yang timpang. Hambatan utama mencakup ketiadaan pedoman teknis khusus KDRT, koordinasi lintas lembaga yang lemah, serta faktor sosial-kultural yang memengaruhi posisi korban. Upaya yang dilakukan kejaksaan meliputi penguatan mekanisme internal, penerapan prinsip kehati-hatian terhadap persetujuan korban, dan koordinasi dengan lembaga perlindungan perempuan serta anak, meskipun efektivitasnya masih terbatas

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Restorative Justice, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kejaksaan, Perlindungan Korban
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum
Depositing User: Fakultas Hukum
Date Deposited: 02 Jun 2026 03:38
Last Modified: 02 Jun 2026 03:38
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/3007

Actions (login required)

View Item
View Item