OPTIMALISASI FUNGSI PENUNTUTAN OLEH KEJAKSAAN DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

PURNAMA, WISNU AJI (2026) OPTIMALISASI FUNGSI PENUNTUTAN OLEH KEJAKSAAN DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

[thumbnail of 221003742019514_SKRIPSI.pdf] Text
221003742019514_SKRIPSI.pdf

Download (889kB)

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang memberikan dampak serius terhadap stabilitas ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia. Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga penuntutan memiliki peran sentral dalam menentukan keberhasilan penegakan hukum pada kasus korupsi melalui kewenangan dominus litis yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan optimalisasi fungsi penuntutan oleh Kejaksaan dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, teori hukum pidana, dan analisis terhadap praktik penegakan hukum yang tercermin dalam putusan pengadilan serta laporan kinerja lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi penuntutan Kejaksaan telah mengalami penguatan melalui berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia dan Undang-Undang Tipikor, yang memberikan dasar legal bagi Kejaksaan untuk melakukan penuntutan, penyidikan pada tindak pidana tertentu, serta pemulihan aset. Peningkatan kuantitas perkara dan tersangka yang ditangani Kejaksaan dalam kurun waktu 2019–2023 mencerminkan intensifikasi penindakan, namun efektivitas penuntutan belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama mencakup lemahnya koordinasi antar lembaga penegak hukum, keterbatasan sumber daya manusia, ketidakseimbangan beban perkara, keterbatasan teknologi digital dan kemampuan forensic accounting, serta rendahnya efektivitas asset recovery yang ditunjukkan oleh kesenjangan signifikan antara potensi kerugian negara dan aset yang berhasil dipulihkan. Selain itu, terdapat kendala yuridis berupa inkonsistensi yurisprudensi, kekosongan norma tertentu, serta tantangan kerja sama internasional dalam penelusuran aset lintas negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi fungsi penuntutan membutuhkan reformasi kelembagaan yang komprehensif, termasuk penguatan integritas, peningkatan kapasitas teknis jaksa, modernisasi teknologi penegakan hukum, dan harmonisasi regulasi. Optimalisasi tersebut menjadi kunci keberhasilan pemberantasan korupsi secara efektif, berkelanjutan, dan berkeadilan di Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: penuntutan, kejaksaan, tindak pidana korupsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum
Depositing User: Fakultas Hukum
Date Deposited: 19 Jun 2026 02:55
Last Modified: 19 Jun 2026 02:55
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/3098

Actions (login required)

View Item
View Item