PENGARUH KETERBATASAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DAN ADAPTABILITAS ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF AGILE GOVERNANCE DI KELURAHAN METESEH

Winarni, Aris Toening (2026) PENGARUH KETERBATASAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DAN ADAPTABILITAS ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF AGILE GOVERNANCE DI KELURAHAN METESEH. Discussion Paper. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

[thumbnail of LAPORAN PENELITIAN Toening (2).docx] Text
LAPORAN PENELITIAN Toening (2).docx

Download (418kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterbatasan sumber daya manusia (SDM) terhadap kualitas pelayanan publik dengan mengeksplorasi peran adaptabilitas organisasi sebagai variabel mediator dalam kerangka agile governance di Kelurahan Meteseh, Kota Semarang. Keterbatasan SDM, baik kuantitas maupun kualitas, menjadi tantangan utama yang sering dihadapi pemerintahan tingkat kelurahan, berdampak pada efektivitas layanan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan teknik survei kuesioner terhadap 35 masyarakat pengguna layanan dan 15 aparatur kelurahan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh signifikan dan negatif antara keterbatasan SDM dengan kualitas pelayanan publik (r = -0,66, p < 0,05); (2) Terdapat pengaruh signifikan dan positif antara adaptabilitas organisasi dengan kualitas pelayanan publik (r = 0,74, p < 0,05); (3) Terdapat pengaruh simultan yang signifikan antara keterbatasan SDM dan adaptabilitas organisasi terhadap kualitas pelayanan publik (F = 19,38, p < 0,05) dengan kontribusi 54,77%. Adaptabilitas organisasi yang tinggi, terutama dalam dimensi fleksibilitas struktural dan adaptabilitas digital, terbukti mampu memoderasi dampak negatif keterbatasan SDM. Skor kumulatif adaptabilitas organisasi mencapai 75,67% (Baik), sementara keterbatasan SDM 65,55% (Baik) dan kualitas pelayanan 69,38% (Baik). Kesimpulan penelitian mengonfirmasi bahwa prinsip agile governance efektif diterapkan di Kelurahan Meteseh, di mana kapasitas adaptif organisasi berfungsi sebagai mekanisme strategis untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya penguatan program peningkatan kapasitas adaptif, percepatan transformasi digital, dan restrukturisasi distribusi tugas berbasis kompetensi di tingkat kelurahan.

Item Type: Monograph (Discussion Paper)
Uncontrolled Keywords: Keterbatasan SDM, Kualitas Pelayanan Publik, Adaptabilitas Organisasi, Agile Governance, Kelurahan Meteseh
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik > 63201 - S1 Administrasi Publik
Depositing User: Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
Date Deposited: 03 Jan 2026 02:46
Last Modified: 05 Jan 2026 04:42
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2807

Actions (login required)

View Item
View Item