Nugraha, Rafael Aditya (2025) PERANAN PENYIDIK POLRI DALAM PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI POLRESTABES SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
211003742018598-SKRIPSI.pdf
Download (1MB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis mengenai proses penanganan kasus tindak pidana narkotika oleh Polrestabes Semarang. Mengkaji dan menganalisis mengenai hambatan yang ditemui dalam penanganan kasus tindak pidana narkotika oleh Polrestabes Semarang. Mengkaji dan menganalisis mengenai upaya yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang dalam menangani kasus tindak pidana oleh Polrestabes Semarang. Penyalahgunaan narkotika merupakan bentuk tindak pidana, pelanggaran hukum, maupun pelanggaran norma sosial. Berbagai tindakan dari pemerintah tokoh-tokoh masyarakat serta tindakan tegas dari aparat merupakan bukti bahwa POLRI bersama-sama dengan instansi terkait lainnya bertekat untuk memberantas semua bentuk kejahatan termasuk penyalahgunaan narkotika, prekursor narkotika, dan zat adiptif, mulai dari produsen, pemasok, pengedar sampai kepada konsumen atau pemakai. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang menelaah kaidah-kaidah hukum yang berlaku. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan dengan data diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan, dokumen, laporan dan tulisan-tulisan yang mendukung masalah yang diteliti, dan Polrestabes Semarang. Berdasarkan Hasil Penelitian diketahui Langkah-Langkah Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Semarang dalam proses penyidikan Tindak Pidana Narkotika di Wilayah Hukum Polrestabes Semarang yaitu sesuai dengan standart penyidikan yang sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 Sedangkan faktor-faktor yang menghambat dalam proses penanganan tindak pidana narkotika yang berasal dari internal Polrestabes Semarang meliputi kendala sosial berupa anggaran yang terbatas, kurang optimalnya profesionalitas dan keahlian Polisi, oknum aparat yang mudah diperdaya, serta lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Faktor penghambat penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika juga ada yang berasal dari eksternal Polrestabes Semarang antara lain meliputi strategi pemasaran baru dari para bandar, pengedar maupun pengecer, jaringan peredaran narkotika yang terselubung atau terputus, dan kurangnya kerjasama dari masyarakat yang dikarenakan adanya ketakutan menyangkut keselamatan jiwa jika menjadi pelapor. Upaya yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang untuk menanggulangi terjadinya penyalahgunaan narkotika adalah melalui upaya pencegahan (upaya pre-empetif dan upaya preventif) dan upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkotika (upaya represif)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peranan Penyidik Kepolisian, Penegakan, Tindak Pidana Narkotika |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 27 May 2025 04:08 |
| Last Modified: | 27 May 2025 04:08 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/1835 |
