ILMAFADILLA, RELLINA (2025) TINJAUAN HUKUM MENGENAI PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH PENGENDARA BERMOTOR YANG MEROKOK KETIKA BERKENDARA DI WILAYAH POLRESTABES SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
2110037242018462-SKRIPSI.pdf
Download (814kB)
Abstract
Merokok saat berkendara merupakan perilaku yang dapat mengganggu konsentrasi pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Meskipun memiliki potensi bahaya yang signifikan, perilaku ini masih sering dilakukan oleh pengendara. Merokok ketika berkendara merupakan salah satu pelanggaran lalu lintas. Menurut Undang-Undang No.22/2019 Pasal 283 menyatakan, sanksi yang dapat dikenakan pada pengendara yang merokok adalah sanksi kurungan paling lama 3 bulan dan denda paling banyak Rp. 750.000,00. (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Permasalahan yang akan diteliti adalah Faktor yang menyebabkan Pengendara Bermotor Merokok Ketika Berkendara Di Wilayah Polrestabes Semarang dan Bagaimana Upaya Polisi terhadap Pengendara Bermotor Yang Merokok Ketika Berkendara Di Wilayah Polrestabes Semarang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan melakukan studi kepustakaan pada undang-undang dan literatur ilmiah. Selain itu, data juga diperoleh melalui wawancara dengan Ibu IPDA Novita Chandra Pratiwi selaku Kasubnit Gakum Satlantas Polretabes Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab pengendara motor merokok ketika berkendara antara lain, kurangnya kesadaran akan keselamatan, faktor kebiasaan, kecanduan nikotin, dan kurangnya penegakkan hukum yang ketat. Sementara upaya polisi dalam menangani kasus tersebut dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi, melakukan patroli rutin, dan kerja sama dengan pihak terkait seperti lembaga pendidikan dan lembaga masyarakat. Polisi juga memberikan teguran lisan dan tertulis, pemberian tilang, dan pemeriksaan kendaraan bagi para pelanggar. Dalam menertibkan pelanggaran tersebut polisi juga mengalami kendala seperti keterbatasannya personal dalam patroli. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif, seperti peningkatan edukasi kepada masyarakat, sosialisasi melalui media massa, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pihak lembaga pendidikan ataupun lembaga masyarakat
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Merokok, Pelanggaran Lalu Lintas, Faktor Penyebab, Kepolisian |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 04 Jun 2025 03:30 |
| Last Modified: | 04 Jun 2025 03:30 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/1887 |
