PERAN BAPAS DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN DIVERSI DAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM KASUS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN ANAK

AMELIA, SHINTA FITRIANA (2025) PERAN BAPAS DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN DIVERSI DAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM KASUS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN ANAK. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

[thumbnail of 211003742018782-SKRIPSI.pdf] Text
211003742018782-SKRIPSI.pdf

Download (419kB)

Abstract

Salah satu bentuk perlindungan kepada anak sebagai pelaku tindak pidana ialah dengan hukum melalui metode diversi. Metode diversi bertujuan untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan secara formal sehingga dapat menghindari stigma masyarakat terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana dan melindungi hak-hak anak yang masih di bawah umur melakukan suatu tindak pidana. Oleh karena itu, sangat diperlukan peran serta semua pihak dalam mewujudkan proses metode diversi tersebut. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah (1) bagaimana peran BAPAS Kelas I Kota Semarang dalam mengimplementasikan diversi dan restorative justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak, dan (2) apa hambatan yang dihadapi oleh BAPAS Kelas I Kota Semarang dalam mengimplementasikan diversi dan restorative justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak.Dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian Yuridis Normatif dengan sumber data Primer maupun Sekunder dari data yang terkumpul di analisis secara Kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peran BAPAS Kelas I Kota Semarang dalam mengimplementasikan diversi dan restorative justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak, yakni membimbing, membantu, dan mengawasi Anak Berkonflik dengan Hukum, melakukan pendampingan terhadap pelaku anak pada tahap penyelidikan/penyidikan di Kepolisian, tahap persidangan di pengadilan, melakukan pengawasan terhadap Anak Berkonflik dengan Hukum, memberikan bimbingan kemasyarakatan kepada klien permasyarakatan, melakukan pengawasan terhadap Anak Berkonflik dengan Hukum dalam menjalani vonis, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program penididkan, pembinaan, dan pembimbingan terhadap Anak Berkonflik dengan Hukum, dan memastikan reintegrasi Anak Berkonflik dengan Hukum kepada masyarakat setelah selesai menjalani vonis, menjadi fasiliator, inisiator, mediator, negosiator, motivator, dan (2) Hambatan yang dihadapi oleh BAPAS Kelas I Kota Semarang dalam mengimplementasikan diversi dan restorative justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak, yakni hambatan internal berupa kurangnya jumlah personil Pembimbing Kemasyarakatan di Bapas Kelas I Kota Semarang, dan minimnya anggaran. Hambatan eksternal berupa pola asuh orang tua anak yang salah, Hakim belum sepenuhnya mengimplementasikan Sistem Peradilan Pidana dengan baik dikarenakan sidang anak tidak didahulukan, belum masyarakat belum mengetahui mengenai Diversi”

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Balai Permasyarakatan, Diversi dan Restorative Justice, Anak
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum
Depositing User: Fakultas Hukum
Date Deposited: 16 Jun 2025 03:32
Last Modified: 16 Jun 2025 03:32
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2008

Actions (login required)

View Item
View Item