PRASETYO, RIYAN DWI (2025) PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN (Studi Kasus Perkara Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pwd). Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
231003742010003_SKRIPSI.pdf
Download (318kB)
Abstract
Anak merupakan penerus cita-cita perjuangan suatu bangsa yang kemudian perlu mendapat perhatian khusus, tidak jarang seiring dinamika perubahan sosial, anak memiliki potensi yang besar menjadi korban maupun pelaku dalam suatu tindak pidana misalnya tindak pidana pengeroyokan. Tindak pidana yang dilakukan oleh anak atau dikenal dengan juvenile deliquency dewasa ini semakin meluas dan beragam, baik jumlah maupun tingkat keseriusan kualitas kejahatan yang dilakukan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pertimbangan Hakim dalam menerapkan sanksi pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana pengeroyokan (Studi Kasus Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pwd) ? (2) Bagaimana efektifitas penerapan sanksi pidana terhadap anak pelaku pengeroyokan? Bahwa dalam penelitian ini, metode penelitian menggunakan data sekunder sebagai data utama dan data primer sebagai data pendukung, spesifikasi deskriptif analitis, analisa normatif kualitatif.. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Pertimbangan Hakim dalam menerapkan sanksi pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana pengeroyokan yang diangkat peneliti
dalam penelitian ini, didasarkan pada fakta-fakta yang terungkap di persidangan dan fakta hukumnya. Selain mengacu pada fakta di persidangan, keterangan para saksi, serta menganalisis dampak yang ditimbulkan atas perbuatan anak pelaku pada anak korban, Hakim dalam memutuskan perkara anak juga senantiasa mengacu pada rekomendasi yang terdapat pada Laporan Pembimbing Kemasyarakatan yang juga menjadi suatu faktor penting bagi Hakim untuk menjatuhkan sanksi pidana terhadap anak. (2) Mengenai Efektifitas Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anak Pelaku Pengeroyokan, bahwa pada subjek penelitian ini, Anak SAP terbukti kembali mengulangi perbuatan pidana, setelah selesai menjalani pidana penjara selama 10 (sepuluh) Bulan serta pelatihan kerja selama 4 (empat) bulan pelatihan kerja, sehingga penggunaan sarana penal dalam penanganan terhadap anak pelaku tindak pidana, efektivitasnya masih kurang cukup untuk menanggulangi pengulangan tindak pidana yang dilakukan seorang individu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak, Pelaku Tindak Pidana, Sanksi Pidana Pengroyokan. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 31 Oct 2025 04:28 |
| Last Modified: | 31 Oct 2025 04:28 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/2474 |
