ANIFAH, SUCI NUR (2026) PERAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN TERHADAP SAKSI DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
221003742019562_SKRIPSI.pdf
Download (703kB)
Abstract
Indonesia merupakan negara hukum, sehingga segala upaya penegakan hukum harus menjamin keadilan dan perlindungan hak asasi manusia. Salah satu tantangan terbesar dalam penegakan hukum adalah tindak pidana korupsi yang tergolong kejahatan luat biasa (extraordinary crime). Dalam pembuktian kasus korupsi, peran saksi sangatlah vital untuk pengungkapkan fakta, namun posisi saksi seringkali rentan terhadap ancaman dan intimidasi. Oleh karena itu, kehadiran Lemabaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjadi sangat krusial dalam memberikan rasa aman bagi saksi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pengaturan menegnai Lembaga Perlindunga Saksi dan Korban menurut peraturan perudang-undangan di Indonesia; 2. Bagaimana efektivitas peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam melinndungi saksi tindak pidana korupsi; 3. Apa saja kendala yang dihadapi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, serta bagaimana solusi yang dapat diterappkan dalam melindungi saksi. Penelitian menggunakan metode yuridis normtif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Spesifikasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif analitis, yaitu mendeskripsikan peraturan perundang- undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori hukum kemudian dianlisis untuk menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa LPSK memiliki landasan hukum yang kuat berdasarkan Undnag-Undang Nomor 31 Tahun 2014 untuk memberikan perlindungan, baik bersifat fisik, prosedursl, maupun bantuan hukum. Implementasi peran LPSK terlihat dalam pemberian perlindungan kepada saksi pelapor (whistleblower) dan saksi pelaku yang bekerja sama (Justice Collaborator) guna menjamin kelancaran proses peradilan pidana korupsi. Serta mekanisme perlindungan dilakukan melalui prosedur yang ketat mulai dari permohonan, investigasi, hingga putusan siding untuk memastikan saksi dapat memberikan keterangan tanpa rasa takut.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | LPSK; Saksi; Tindak Pidana Korupsi; Perlindungan Hukum |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 02:07 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 02:07 |
| URI: | http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/3093 |
