PENANGGULANGAN KEJAHATAN SEKSUAL BERBASIS INTERNET: ANALISIS YURIDIS NORMATIF TERHADAP KASUS PENYEBARAN KONTEN FETIS SEDARAH DI FACEBOOK

LESTARI, NOVITA PUTRI WAHYU (2026) PENANGGULANGAN KEJAHATAN SEKSUAL BERBASIS INTERNET: ANALISIS YURIDIS NORMATIF TERHADAP KASUS PENYEBARAN KONTEN FETIS SEDARAH DI FACEBOOK. Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

[thumbnail of 221003742019010_SKRIPSI.pdf] Text
221003742019010_SKRIPSI.pdf

Download (389kB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “PENANGGULANGAN KEJAHATAN SEKSUAL BERBASIS INTERNET: ANALISIS YURIDIS NORMATIF TERHADAP KASUS PENYEBARAN KONTEN FETIS SEDARAH DI FACEBOOK” ini secara umum bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum positif Indonesia mengenai kejahatan seksual berbasis internet serta untuk mengetahui dan menganalisis upaya penanggulangannya, khususnya dalam kasus penyebaran konten fetis sedarah melalui media sosial. Permasalahan tersebut penting dikaji mengingat perkembangan teknologi informasi telah memunculkan bentuk-bentuk kejahatan kesusilaan baru yang bersifat anonim, lintas batas, dan sulit dijangkau oleh perangkat hukum konvensional. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis dilakukan dengan menelaah peraturan perundang-undangan terkait, seperti KUHP, Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pornografi, Undang-Undang TPKS, serta Undang-Undang Perlindungan Anak. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Pengaturan hukum terhadap kejahatan seksual berbasis internet di Indonesia telah diatur melalui kerangka hukum yang bersifat multi-regulasi. Penyebaran konten fetis sedarah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (1) UU ITE, Pasal 4 UU Pornografi, Pasal 14 UU TPKS, serta ketentuan KUHP terkait pelanggaran kesusilaan. (2) Penanggulangan kejahatan seksual berbasis internet masih menghadapi berbagai kendala, antara lain kesulitan pembuktian digital, identitas pelaku yang tidak jelas, serta karakter kejahatan yang lintas yurisdiksi, sehingga efektivitas penerapan hukum belum optimal. Kondisi tersebut menuntut penguatan koordinasi antar-aparat penegak hukum serta peningkatan literasi digital bagi masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kejahatan Seksual Berbasis Internet, Fetis Sedarah, UU ITE, Penegakan Hukum
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - S1 Hukum
Depositing User: Fakultas Hukum
Date Deposited: 26 Jun 2026 04:13
Last Modified: 26 Jun 2026 04:13
URI: http://repository.untagsmg.ac.id/id/eprint/3172

Actions (login required)

View Item
View Item